Sensor Arduino memiliki beberapa jenis sesuai dengan fungsinya. Salah satu sensor yang sering digunakan adalah Sensor mengukur suhu dan kelembaban. Dalam penggunaanya, sensor ini dibagi menajdi 2 jenis yaitu Sensor DHT11 dan DHT22. Keduanya memiliki fungsi yang sama namun ada beberapa perbedaan. Salah satunya adalah kecepatan update data, untuk sensor DHT11 setiap 1 detik sekali sedangkan DHT22 setiap 2 detik sekali. Penggunaan antara kedua sensor ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tiap proyek.

Arduino Blitar

Nah, kali ini saya akan membagikan bagaimana cara merakit alat pengukur suhu dan kelembaban menggunakan sensor DHT11 dan board Arduino. Ingin tahu lebih lengkapnya? Simak terus artikel dibawah ini!

Alat dan bahan :

  • Arduino UNO
  • Sensor DHT11
  • Komputer yang telah diinstall software Arduino IDE
  • Breadboard
  • Kabel jumper
  • Resistor 4.7 KΩ

Langkah install library DHT11

  1. Komputer harus terhubung internet
  2. Buka Software Arduino IDE
  3. Pilih menu sketch lalu klik include libraries lalu manage libraries
  4. Ketik DHT11
  5. Pilih DHT Sensor Library by Adafruit
  6. Klik install dan closed

Berikut contoh kode untuk pemogramannya

/* — www.nyebarilmu.com — */

#include “DHT.h” //library sensor yang telah diimportkan

#define DHTPIN 2     //Pin apa yang digunakan

#define DHTTYPE DHT11   // DHT 11

DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);

void setup() {

  Serial.begin(9600); //baud komunikasi serial

  Serial.println(“Pengujian DHT11!”); //penulisan di serial monitor

  dht.begin(); //prosedur memulai pembacaan module sensor

}

void loop() {

  delay(2000);  //menunggu beberapa detik untuk pembacaan

  //pembacaan sensor membutuhkan waktu 250ms

  //Pembacaan untuk data kelembaban

  float humidity_1 = dht.readHumidity();

  //Pembacaan dalam format celcius (c)

  float celcius_1 = dht.readTemperature();

  //pembacaan dalam format Fahrenheit

  float fahrenheit_1 = dht.readTemperature(true);

  //mengecek pembacaan apakah terjadi kegagalan atau tidak

  if (isnan(humidity_1) || isnan(celcius_1) || isnan(fahrenheit_1)) {

    Serial.println(“Pembacaan data dari module sensor gagal!”);

    return;

  }

  float htof = dht.computeHeatIndex(fahrenheit_1, humidity_1);

  //Prosedur pembacaaan data indeks panas dalam bentuk fahreheit

  float htoc = dht.computeHeatIndex(celcius_1, humidity_1, false);

 //Prosedur pembacaaan data indeks panas dalam bentuk celcius

  //pembacaan nilai pembacaan data kelembaban

  Serial.print(“Kelembaban: “);

  Serial.print(humidity_1);

  Serial.print(” %\t”);

  //pembacaan nilai pembacaan data suhu

  Serial.print(“Suhu : “);

  Serial.print(celcius_1); //format derajat celcius

  Serial.print(“°”); //simbol derajat

  Serial.print(“C / “);

  Serial.print(fahrenheit_1); //format derajat fahrenheit

  Serial.print(“°”);

  Serial.print(“F\t”);

  Serial.print(“Indeks Panas: “);

  Serial.print(htof);

  Serial.print(“°”);

  Serial.print(“F / “);

  Serial.print(htoc);

  Serial.print(“°”);

  Serial.println(“C “);

}

Hasil dari pengukuran suhu dan kelembaban akan ditampilkan pada layar komputer kamu.

Gimana? Sangat mudah kan? Kamu tertarik untuk mencobanya?

Jika kamu bingung mendapatkan bahan untuk membuat alat ini kamu bisa membelinya di Arduino Blitar di Toko Lumbung Inovasi. Kami menyediakan segala jenis kebutuhan mikrokontroler lainnya!