Impian setiap perusahaan adalah merekrut kandidat yang paling berkualitas. Sayangnya, menerapkan ini ke dalam tindakan tidak selalu sesederhana kelihatannya. Sangat penting untuk menggunakan pendekatan dan strategi rekrutmen yang paling tepat. Sumber daya manusia profesional di sebuah perusahaan memerlukan strategi rekrutmen yang tepat untuk membantu dalam proses seleksi calon karyawan dan kandidat lainnya. Pendekatan rekrutmen yang benar dapat membantu dalam peningkatan efektivitas proses seleksi.  Indonesian recruitment agency di indonesia saat ini sangat banyak, mereka memiliki berbagai macam keunggulan dalam merekrut kandidat yang sesuai.

Jadi, apa strategi rekrutmen yang efektif untuk mendapatkan talenta berkaliber tertinggi yang tersedia? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan strategi rekrutmen, sebelum kita melangkah lebih jauh ke topik strategi rekrutmen? Strategi rekrutmen adalah ide khusus yang berhubungan dengan isu-isu seperti rencana pembukaan pekerjaan dan praktik perekrutan. Ini terdiri dari rincian tentang posisi mana yang akan tersedia, kapan akan tersedia, dan proses yang harus diikuti untuk melakukan proses rekrutmen.

Proses rekrutmen yang efektif akan berhasil menarik perhatian kandidat yang memiliki kemampuan yang sesuai dengan spesifikasi pekerjaan dan mampu menghadirkan sumber daya manusia terbaik yang tersedia di pasar.

Rencana perekrutan harus ditinjau setidaknya setahun sekali, tetapi sebaiknya lebih sering. Dengan survei ini, perusahaan berharap dapat mengetahui apakah hasil rekrutmen yang diperoleh selama ini telah sesuai dengan strategi perusahaan, misalnya dengan menentukan apakah perusahaan telah memperoleh keuntungan dari upaya rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan selama ini.

Setelah menyelesaikan upaya peninjauan, perusahaan harus dapat mengidentifikasi metode mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus diganti untuk menetapkan strategi rekrutmen yang efektif di masa mendatang.

Tentu saja, perubahan zaman dan teknologi akan berdampak pada bagaimana proses rekrutmen dilakukan, begitu juga dengan faktor lainnya. Berikut ini adalah tiga saran untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kandidat yang paling memenuhi syarat dan ideal:

Perhatikan baik-baik potensi soft-skill.

Meskipun hard talent sangat penting, namun keberadaan soft skill sama pentingnya dengan memiliki hard ability. Soft ability kini menjadi kriteria utama keberhasilan dalam proses seleksi. Keterampilan lunak, seperti kemampuan untuk beradaptasi, berkomunikasi, berkreasi, dan berinteraksi, adalah salah satu yang paling dicari oleh perekrut di pasar saat ini.

Pengalaman di bidang bakat

Melihat riwayat pekerjaannya sebelumnya dapat membantu Anda menentukan potensinya. Apa nama perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya, dan tanggung jawab apa yang dia miliki hingga saat ini? Dalam pendekatan ini, perekrut dapat menentukan apakah kandidat cocok atau tidak untuk organisasinya.

Perubahan tugas perekrut

Untuk pertama kalinya, perekrut dan kandidat dapat berinteraksi lebih intim dari sebelumnya. Keuntungannya adalah setiap orang yang terlibat dalam proses rekrutmen akan memiliki pengalaman yang lebih positif sebagai akibat dari hal ini. Selain itu, perekrut akan memiliki pemahaman dan kemampuan yang lebih besar untuk mengevaluasi kandidat yang mungkin ini.

Impian setiap perusahaan adalah merekrut kandidat yang paling berkualitas.  Sayangnya, menerapkan ini ke dalam tindakan tidak selalu sesederhana kelihatannya. Sangat penting untuk menggunakan pendekatan dan strategi rekrutmen yang paling tepat..

Jadi, apa pendekatan rekrutmen karyawan yang paling efektif yang harus Anda terapkan di organisasi Anda? Berikut adalah beberapa taktik rekrutmen yang berhasil yang akan membantu Anda menarik pelamar yang paling memenuhi syarat.

1. Kembangkan citra positif perusahaan Anda.

Salah satu taktik rekrutmen yang paling efisien untuk menarik kandidat teratas adalah dengan membangun merek pemberi kerja yang kuat, yang dapat dicapai dengan melakukannya. Menurut penelitian, organisasi dengan merek pemberi kerja yang kuat dapat meningkatkan jumlah kandidat yang memenuhi syarat sebanyak 50% dibandingkan dengan pesaing mereka.

Sayangnya, meskipun efektif, strategi ini sedikit lebih sulit untuk diterapkan karena membutuhkan banyak waktu dan uang. Meskipun demikian, mengingat manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh organisasi dari branding pemberi kerja, tidak ada salahnya mulai menerapkan branding pemberi kerja sebagai strategi rekrutmen dalam organisasi sekarang juga.

Mulailah dengan memeriksa keunikan perusahaan, mengembangkan pesan yang konsisten dengan nilai-nilai perusahaan, meningkatkan keterlibatan karyawan, dan memilih saluran implementasi yang paling tepat untuk perusahaan.

2. Manfaatkan kekuatan media sosial.

Perusahaan yang ingin menarik pelamar hebat dari generasi milenial harus menggunakan media sosial dalam strategi rekrutmen karyawan mereka. Selain mengiklankan lowongan pekerjaan, Anda dapat memanfaatkan platform ini untuk mengidentifikasi bakat dan berkomunikasi langsung dengan pelamar potensial lainnya.

Namun, seperti halnya pengembangan merek perusahaan, menerapkan strategi rekrutmen media sosial tidak semudah hanya membuat profil dan menjangkau kandidat. Persona media sosial Anda harus dipertahankan dengan rencana yang tepat, dan Anda harus terus aktif melibatkan pengikut di media sosial untuk mempromosikan reputasi Anda dan meluncurkan kampanye rekrutmen yang sedang Anda lakukan.

3. Meningkatkan kualitas wawancara kerja secara keseluruhan

Jika Anda bertanya-tanya mengapa prospek secara konsisten menolak tawaran pekerjaan, terlepas dari kenyataan bahwa Anda menawarkan gaji yang kompetitif, pertimbangkan untuk menganalisis proses wawancara kerja yang telah Anda lakukan. Menurut temuan sebuah penelitian, pengalaman wawancara kerja yang negatif dapat menyebabkan kesan kandidat tentang organisasi yang mereka minati berubah. Evaluasi kembali metode dan kualitas wawancara kerja yang telah Anda lakukan hingga saat ini sebagai hasil temuan Anda.

Pastikan bahwa kandidat puas dengan proses tersebut dengan memastikan bahwa mereka menerima informasi yang akurat tentang peran dan bakat yang mereka cari, serta kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada perekrut. Meskipun mereka pada akhirnya tidak berhasil dalam upaya mereka untuk posisi tersebut, citra organisasi yang sangat baik sebagai pemberi kerja mungkin masih dapat diandalkan.

Tentu saja, perubahan zaman dan teknologi akan berdampak pada bagaimana proses rekrutmen dilakukan, begitu juga dengan faktor lainnya. Berikut ini adalah tiga saran untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kandidat yang paling memenuhi syarat dan ideal:

Membuat deskripsi pekerjaan yang menarik secara visual

Jika Anda ingin mendapatkan hasil terbaik dari strategi rekrutmen perusahaan Anda tahun ini, ada baiknya Anda melakukan beberapa perubahan pada deskripsi pekerjaan yang Anda publikasikan. Alasannya sederhana, menulis deskripsi pekerjaan yang singkat dan detail tidak selalu berhasil menarik perhatian calon karyawan. Saat membuat deskripsi pekerjaan yang khas, Anda harus menggunakan imajinasi Anda untuk memastikan bahwa deskripsi tersebut tidak hanya mencerminkan nilai-nilai perusahaan, tetapi juga menarik individu yang memenuhi syarat ke posisi tersebut.

Pengusaha harus mempertimbangkan untuk membuat program rekomendasi karyawan.

Membuat program rekomendasi karyawan adalah pendekatan rekrutmen lain yang mungkin ingin Anda pikirkan untuk digunakan. Dengan menerapkan program ini, Anda akan dapat memperoleh referensi yang memenuhi syarat untuk mengisi posisi yang telah tersedia di organisasi. Selain meningkatkan kemungkinan mendapatkan individu yang paling berkualitas, penerapan program ini juga dapat berfungsi sebagai sarana tambahan untuk meningkatkan kebahagiaan karyawan. Alasan untuk ini adalah bahwa Anda dapat menawarkan insentif sebagai bentuk remunerasi kepada karyawan yang merujuk orang yang paling memenuhi syarat untuk bergabung dengan organisasi Anda.

Carilah kandidat yang aktif.

Dalam mengembangkan strategi perekrutan karyawan yang efisien, terkadang perlu menargetkan pelamar yang tidak secara aktif mencari pekerjaan. Menurut penelitian, 85 persen karyawan di seluruh dunia terbuka untuk berganti profesi demi mengejar peluang yang lebih baik. Akibatnya, mendekati pelamar pasif di masa depan tidak akan membuang-buang waktu. Meski begitu, perlu diingat untuk membuat proses rekrutmen sesederhana mungkin agar mereka lebih berpeluang menerima tawaran pekerjaan dari organisasi Anda.

Ambil contoh, rekrutmen virtual.

Jika Anda hanya mengandalkan metode rekrutmen tradisional selama beberapa tahun terakhir, sekaranglah saatnya untuk membangun rencana rekrutmen karyawan yang mencakup rekrutmen online atau perekrutan virtual sebagai komponen anda bisa menggunakan Indonesian recruitment agency. Terdapat banyak Indonesian recruitment agency yang ada di indonesia tinggal bagaimana anda memiihnya. Strategi perekrutan virtual akan membantu Anda menjangkau lebih banyak prospek dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu, baik organisasi maupun kandidat itu sendiri akan lebih mudah menavigasi prosesnya.